Jumat, 31 Maret 2017

JURNAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

 (ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM) ::

PENGERTIAN


BAB I Sistem Informasi : Perspektif Akuntan
Informasi mengalir dalam dua arah dalam perusahaan: secara horizontal dan vertikal. Arus horizontal mendukung berbagai pekerjaan tingkat operasionaldengan informasi sangat terperinci mengenai berbagai transaksi bisnisyang mempengaruhi perusahaan. Arus vertikal mendistribusikan informasiringkas mengenai berbagai aktivitasoperasional dan lainnya ke para manajer di semua tingkat. Arus ketiga yang ditunjukkan dalm figur 1-1 mewakili interaksi antara perusahaan dengan pengguna dalam lingkungan eksternal. Para pengguna eksternal dibagi dalam dua kelompok: mitra dagang (tracing partner) dan pemegang kepentingan (stakeholder).
APA YANG DIMAKSUD SISTEM ?
Bagi banyak orang istilah sistem (system) memunculkan gambaran mental mengenai berbagai komputer dan pemograman.
BERBAGAI ELEMEN SISTEM
Dari mana pun asalnya, semua sistem memiliki beberapa elemen yang sama. Definisi berikut ini menjelaskan bahwa :
·         Sistem adalah kelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang saling berhubungan yang berfungsi dengan tujuan sama.
·         Definisi umum ini akan dianalisis lebih lanjut dalam bagian berikut untuk mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana definisi diaplikasikan dalam perusahaan  dan sistem informasi.
1.      Banyak komponen. Sebuah sistem harus berisi lebih dari satu bagian. Contohnya, sebuah yoyo yang dibuat dari kayu dan diselipkan sebuah tali adalah sebuah sistem, tanpa tali tersebut yoyo itu bukanlah suatu sistem.
2.      Berhubungan. Tujuan umum dari suatu sistem adalah menghubungkan berbagai bagian dari sistem tersebut. Meskipun tiap bagian berfungsi secara independen dari yang lainnya, semua bagian tersebut melakukan tujuan yang sama. Jika komponen tertentu tidak memberikan kontribusinya pada tujuan bersama, maka komponen tersebut bukanlah bagian dari sistem tersebut. Contohnya, sepasang sepatu ice-skating dan jaring permainan voli adalah komponen. Akan tetapi, keduanya tidak memiliki tujuan bersama dan karenanya tidak membentuk sistem.
3.      Sistem versus subsistem. Perbedaan antara istilah sistem dan subsistem adalah dari segi perspektif. Dalam buku ini, kedua istilah tersebut dapat saling menggantikan. Sistem disebut subsistem ketika dipandang hubungannya dengan sistem yang lebih besar dimana sistem tersebut hanya menjadi bagian dari sistem yang lebih besar. Sama halnya, subsistem disebut sistem ketika menjadi fokus perhatian.
4.      Tujuan. Sistem harus mengarah ke satu atau beberapa tujuan. Apakah suatu sistem dapat memberikan ukuran waktu, daya listrik, atau informasi , sistem tersebut tetap harus mengarah ke suatu tujuan, maka sistem tersebut harus diganti.
5.      Dekomposisi sistem. Dekomposisi adalah proses membagi sistemmenjadi berbagai bagian sistem yang lebih kecil. Ini adalah cara yang paling baik untuk menyajikan, melihat, dan memahami berbagi hubungan antara subsistem. Dengan mendekomposisi subsistem, maka dapat disajikan sistem secara keseluruhan sebagai sebuah hierarki, dan melihat berbagi hubungan antara subsistem serta subsistem yang lebih tinggi tingkatnya.
6.      Interdependensi subsistem. Kemampuan sistem untuk mencapai tujuannya bergantung pada efektivitas fungsinya dan interaksi yang harmonis antara subsistemnya. Jika sebuah subsistemyang sangat penting rusak dan tidak dapat lagi memenuhi tujuan tertentunya, keseluruhan akan gagal memenuhi tujuannya. Contohnya, jika pompa bahan bakar (subsistem yang sangat penting bagi sisten bahan bakar) rusak, maka sistem bahan bakar akan gagal memenuhi tujuannya.
KERANGKA KERJA UNTUK SISTEM INFORMASI
Sistem informasi (information sistem) adalah rangkaian prosedur formal diman data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna.
Menunjukkan system informasi sebuah perusahaan manufaktur yang didekomposisikan menjadi berbagai subsistem dasar. Perhatikan bahwa dua kelas system umum timbul dari dekomposisi tersebut: system informasi akuntasi (SIA) dan system informasi manajemen (SIM). Kerangka kerja ini akan digunakan untuk mengidentifikasi bidang SIA dan untuk membedakannya dari SIM. Harus ditekankan bahwa figure 1-3 adalh tampilan konseptual. System informasi fisiknya tidak akan diatur menjadi berbagai bagian yang begitu jelasnya. Sering kali, aplikasi SIM dan SIA diintegrasikan agar dapat mencapai   efisiensi operasional.
            Perbedaan antara subsistem SIA dengan SIM berpusat pada konsep transaksi. System informasi menerima input, yang disebut transakso, yang akan dikonversikan melalui berbagai proses menjadi informasi output, yang akan diberikan ke pengguna. Transaksi terbagi menjadi dua jenis: transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan. Sebelum membahas perbedaan ini, pertama-tama akan didefinisikan secara umum mengenai transaksi :
Transaksi (transaction) adalah kegiatan yang memengaruhi atau merupakan kepentingan dari perusahaanserta diproses oleh system informasinya sebagai unit pekerjaan.
Transaksi keuangan (financial transaction) adalah kegiatan ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan perubahan ekuitas perusahaan, dan yang dicerminkan dalam berbgai akun, serta diukur dalam berbagai ukuran keuangan.
Transaksi nonkeuangan (nonfinancial transaction) meliputi semua kegiatan yang diproses oleh perusahaan melalui system informasi yang tidak memenuhi definisi khusus dari transaksi keuangan. Contohnya, menambahkan pemasok baru, bahan baku ke daftar para pemasok valid adalah kegiatan yang dapat diproses oleh sisteminformasi perusahaan sebagai sebuah transaksi.
Transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan sangat dekat sekali kaitannya dan sering kali diproses oleh system fisik yang sama.
SISTEM INFORMASI AKUNTASI
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangandan trasaksi nonkeuangan yang secara  lansung mempengaruhi pemrosesan transaksi keuangan. SIA terdiri atas tiga subsistem:
1.      System pemrosesan transaksi (transaction processing  type-TPS), yang mendukung operasi bisnis harian melaui berbagai dokumen srta pesan untuk para pengguna diseluruh  perusahaan.
2.      System buku besar/pelaporan keuangan (general ledger/financial reporting system-GL/FRS), yang menghasilkan laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, arus kas, pengembaliam pajak, serta berbagai laporan lainnya yang disyaratkan oleh hokum.
3.      System pelaporan manajemen (manajemen reporting system- MRS), yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban. Tiap subsistem ini akan dijelaskan kemudian.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem informasi manajemen (SIM) memproses berbagai transaksi nonkeuangan yang biasanya tidak diproses oloh SIA biasa. Tabel 1-1 memberikan beberapa contoh mengenai berbagi aplikasi SIM umum yang berkaitan dengan berbagi area fungsional di perusahan. Contoh tabel 1-1
Fungsi
Contoh aplikasi SIM
produksi
Sistem pengendalian dan perencanaan produksi
Sistem penjadwalan pekerjaan
keuangan
Sistm manajemen portofolio
System pengangaran modal
pemasaran
Analisis pasar
Pengembangan produk baru
Analisi produk
distribusi
Pengaturan dan penjadwalan gudang
Penjadwalan pengiriman
Model pemuatan dan alokasi kendaraan
Personalia
Sistem penelusuran keahlian kerja
System kompensasi karyawan
PERUBAHAN PERAN INFORMASI AKUNTANSI
Untuk memperbaiki efisiensi operasional dan mencapai keunggulan kompetitif dalam pasar, banyak perusahaan telah merekayasa ulang sisitem informasinya agar meliputiberbagai fitur SIA dan SIM. Ini berdampak pada peran trdisional akuntan karena para akuntan kini mendapat tanggung jawab untuk menyediakan data nonkeuangan yang handal. Dalam bab-bab berikutnya, akan dipelajari berbagai karateristik dalam system tradisional  dan yang rekayasa ulang, serta akan dipelajari berbagai model akuntansi alternative seperti REA (resource,events,dan agent) dan system ERP (enterpris resource planning) yang mengintegrasikan data keuangan dengan nonkeuangan.
SUBSISTEM SIA
Sementara ini akan dibahas secara singkat peran tipa subsistem, yaitu :
1.      Sitem pemrosesan transaksi
System pemrosesan transaksi penting untuk keseluruhan fungsi dari system informasi karena :
a)      Mengonversikan berbagai kegiatan ekonomi ke dalam transaksi keuangan.
b)      Mencatat berbagi transaksi keuangan ke dalam catatan akuntansi (jurnal dan buku besar).
c)      Mendistribusukan hnformasi keuangan yang penting untuk peronel operasional dalam mendukung operasi hariannya.
2.      System buku besar/pelaporan keuangan
Sistem buku besar (general ledger system-GLS) dan system pelaoran keuangan (financial reporting system-FRS) adalah dua subsistem yang earat hubungannya satu sama lain. Akan tetapi, karena interepedensi operasional keduanya, maka keduanya secara umum dipandang sebagai satu system terintegrasi GL/FRS. System pelaporan keuangan mengukur dan melaporkan kondisi sumber daya keuangan serta berbagai perubahan atas sumber daya tersebut. FRS mengkomunikasikan informasi ini terutama untuk pengguna eksternal. Jenis pelaporan ini disebut nondiskresioner karena perusahaan memiliki sedikit atau tidak memiliki sama sekali pilihan dalam informasi yang disediakannya.
SISTEM PELAPORAN MANAJEMEN
System pelaporan manajemen memberikan informasi keuangan internal yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis. Laporan yang umum dihasilkan oleh MRS meliputi anggaran, lappran kinerja, analisis biaya-volume-laba, serta berbagai laporan yang menggunakan data biaya (bukan yang historis). Jenis laporan semacam ini disebut sebagai laporan deskresioner karena perusahaan dapat memilih informasi apa yang akan dilaporkan dan cara mrnyajikannya.
MODEL UMU SIA
Berbagai elemen dalam model umum adalah :
1.      Pengguna akhir.
Pengguna akhir dibagi ke dalam dua kelompok umum eksternal dan internal. Pengguna eksternal meliputi para kreditor, pemegang saham, calon investor, lembaga pemerintahan, kantor pajak, pemasok dan pelanggan. Para pengguna internal meliputi pihak manajemen di tiap tingkat dalam perusahaan, serta personel operasional. Berlawanan dengan laporan eksternal, perusahaan memiliki ukuran untuk memenuhi kebutuhan para pengguna internalnya. Meskipun terdapat beberapa konvensi dan praktik umum, laporan internal diatur terutama berdasarkan apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Data versus informasi, data adalah berbagai fakta, yang akan atau mungkin tidak diproses dan tidak memiliki pengaruh langsung atas pengguna. Sebaliknya informasi menyebabkan pengguna mengambil tindakan yang akan dilakukan atau tidak dilakukan. Informasi sering kali didefinisikan hanya sebagai data yang diproses. Informasi bagi seseorang adalah data bagi orang lain. Jadi, informasi memungkinkan penggunanya untuk mengambil tindakan dalam mengatasi masalah, mengurangi ketidakpastian, serta dalam membuat keputusan.
2.      Sumber data
Sumber data adalah berbagai transaksi keuangan yang masuk kedalam system informasi baik dari sumber internal maupun eksternal. Transaksi eksternal adalah sumber data yang paling umum untuk kebanyakan perusahaan. Transaksi ini adalah berbagai pertukaran ekonomi dengan berbagai entitas bisnis dan individu lain di luar perusahaan. Contohnya, meliputi penjualan barang dan jasa, pembelian persediaan, penerimaan kas, serta pengeluaran kas (termasuk untuk penggajian). Transaksi keuangan internal melibatkan pertukaran atau perpindahan menjadi barang dalam proses (work in process-WIP), penggunaan tenaga kerja dan overhead untuk barang dalam proses, konvensi WIP menjadi persediaan barang jadi serta depresiasi pabrik dan perlengkapan.
3.      Pengumpulan data
Pengumpulan data adalah tahap operasional pertama dalam system informasi. Tujuannya adalah memastikan bahwa data kegiatan yang masuk ke dalam system valid, lengkap, dan bebas dari kesalahan. Terdapat dua aturan yang menentukan dalam desain prosedur pengumpulan data yaitu relevansi dan efisiensi. System informasi harus hanya menangkap data yang relevan. Pekerjaan dasar desainersistem adalah menentujan apa saja yang relevandan tidak relevan. Dia dapat melakukannya dengan menganalisis kebutuhan pengguna. Hanya data yang pada akhirnya berkontribusi pada informasi yang dianggap relevan. Tahap pengumpulan data harus didesain agar dapat menyaring berbagai fakta yang tidak relevan dari system. Prosedur engumpulan data yang efisien di desain untuk mengumpulkan data sekali saja. System informasi memiliki kemampuan pengumpulan, pemrosesan, dan penyimpanan.
4.      Pemrosesan data
Setelah selesai dikumpulkan, data biasanya membutuhkan pemrosesan agar dapat menghasilkan informasi. Berbagai pekerjaan dalam tahap pemrosesan data berkisar dari yang sederhanahingga yang rumit.
MANAJEMEN BASIS DATA
1.      Basis data. Basis data  perusahaan adalah tempat penyimpanan fisik data keuangan dan nonkeuangan.
2.      Atribut data. Atribut data adalah bagian mendasar dari calon data yang berguna bagi basis data. Atribut adalah karateristik logis dan relevan dari suatu entitas dan yang mengenai hal apa perusahaan menangkap datanya. Berbagai atribut yang ditunjukkan dalam figure 1-6 adalah logis karena semuanya berkaitan dengan entitas yang sama-piutang usaha.
3.      Record. Record adalah serangkaian lengkap atribut untuk satu kejadian dalam suatu kelas entitas. Contohnya, nama, alamat, adan saldo pelanggan adalah satu kejadian dalam kelas piutang uasaha. Untuk menemukan record tertentu dalam basis data, maka pengguna harus dapat mengidentifikasikannya secara unik. Kunci untuk record piutang usaha adalah nomor rekening pelanggan. Ini adalah satu-satunya pengidentifikasiaan unik dalam kelas record tersebut. Berbagai atribut lainnya memiliki berbagai nilai yang bias saja berada dalam kelas record tersebut. Berbagai atribut lainnya memiliki berbagai nilai yang bias saja berada dalam record-record lainnya.
4.      File. File adalah serangkaian record yang lengkap dari suatu kelas yang identik. Contohnya, semua record piutang usaha dari suatu perusahaan akan membentuk file piutang usaha. Dalam cara yang hamper sama, file dibentuk untuk kelas-kelas lain dari record seperti untuk persedian, piutang usaha, dan penggajian. Basis data perusahaan adalah keseluruhan kumpulan berbagai file semacam itu.
5.      Pekerjaan manajemen basis data.
Melibatkan tiga pekerjaan dasar yaitu penyimpanan, penarikan, dan penghapusan, penarikan adalah pekerjaan mencari dan mengekstraksi record yang ada dari basis data untuk diproses. Penghapusan adalah pekerjaan untuk secara permanen memindahkan berbagai record yang using atau redundan dari basis data.
PEMBUATAN INFORMASI
Pembuatan informasi adalah proses menyusun, mengatur, menformat, dan menyajikan informasi ke para pengguna. Informasi dapat berupa dokumen operasional seperti pesanan penjualan, laporan yang terstruktur, atau sebuah pesan dalam layar computer. Apapun bentuk fisiknya, informasi yang berguna memiliki berbagi karateristik berikut ini :
1.      Relevan. Isi dari suatu laporan atau dokumen harus bekerja untuk suatu tujuan. Ini dapat berupa dukungan bagi keputusan manajer atau untuk pekerjaan staf administrasi.
2.      Tepat waktu. Umur informasi adalah factor yang sangat penting dalam menentukan kegunaannya. Informasi harus tidak melebihi periode waktu dari tindakan yang didukungnya. Conthnya, jika seorang manajer mmbuat keputusan secara harian untuk membeli persediaan dari pemasok berdasarkan laporan status persediaan, maka informasi tersebut dalam laporan tidak boleh lebih dari atu hari.
3.      Akurasi. Informasi harus bebas dari kesalahan yang signifikan. Akan tetapi, signifikasi adalah konsep yang sulit untuk diukur. Konsep ini tidak akan memiliki nilai absolute, ini adalah konsep yang sangat bergantung pada masalahnya. Kadang kita harus mengorbankan akurasi yang absolute untuk mendapatkan informasi yang akurat. Oleh karenanya, dalam menyediakan informasi desainer system harus mencari keseimbangan yang seakurat mungkin dengan ketetapan waktu yang memadai agar berguna.
4.      Kelengkapan. Semua informasi yang penting bagi sebuah keputusan atau pekerjaan harus ada. Contohnya, sebuah laporan harus menyediakan semua perhitungan yang dibutuhkan dan menyajikan pesannya secara jelas serta tidak ambigu.
5.      Ringkas. Informasi harus diumpulkan deduai dengan kebutuhan pengguna. Para manajer dalam tingkat yang lebih rendah cenderung membutuhkan informasi yang sangat terperinci. Ketika informasi mengalir melalui perusahaan hingga ke pihak manajer puncak, maka informasi akan makin ringkas.
UMPAN BALIK
Umpan balik (feedback) adalah suatau bentuk outpiut yang dikirim kembali ke system sebagai sumber data. Umpan balaik dapat bersifat internal atau eksternal dan digunakan untuk memulai atau mengubah proses. Contohnya, laporan status persediaan akan memperingatkan staf pengendali persediaan bahwa suatu barang persediaan telah jatuh kea tau di bawah, tingkat minimum yang dijijnkan.
TUJUAN SISTEM INFORMASI
Tiap perusahaan harus menyesuaikan sistem informasi dengan kebutuhan penggunanya. Terdapat tiga tujuan dasar yang umum didapati di semua system. Tujuan-tujuan tersebut adalah :
1.      Mendukung fungsi penyediaan pihak manajemen. Administrasi mengacu pada tanggung jawab pihak manajemen untuk mengelola dengan baik sumber daya perusahaan.
2.      Mendukung pengambilan keputusan pihak manajemen. System informasi memberikan pihak manajemen informasi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawab pengambilan keputusan tersebut.
3.      Mendukung operasional harian perusahaan. System informasi menyediakan informasi bagi para personel operasional untuk membantu mereka melaksanakan pekerjaan hariannya dalam cara yang efisin dan efektif.
PEMEROLEHAN SISTEM INFORMASI
1.      Mengembangkan system yang disesuahkan dari awal melaui aktivitas pengembangan system internal.
2.      Membeli system komersial yang siap pakai dari para vendor piranti lunak. Perusahaan yang lebih besar dengan kebutuhan yang lebih unik serta sering kali berubah harus melakukan pengembangan secara internal.perusahaan yang lebih kecil dan lebih besar dan yang telah memiliki kebutuhan informasi yang distandarisasi adalah pasar utama untuk piranti lunak komersial. Tiga jenis piranti lunak yang tersedia adalah :
a)      System siap pakai adalah system jadi dan teruji serta siap untuk diimplementasikan. Biasanya system ini adalah system umum atau system yang disesuaikan untuk industry tertentu.
b)      System tulang punggung, terdiri dari struktur system dasar dimana system akan dikembangkan. Logika pemrosesan utamanya telah deprogram terlebih dahulu dan vendor kemudian mendesain antar muka pengguna agar sesuai dengan kebutuhan klien yang berbeda-beda.
c)      System yang didukung vendor adalah system yang disesuaikan dan dibeli perusahaan secara komersial sebagai ganti dikembangkansendiri secara internal. Berdasarkan pendekatan ini, vendor piranti lunak akan mendesain, mengimplementasikan, serta memelihara system untuk kliennya,
SEGMEN BISNIS
Ada beberapa cara untuk mengatur segmentasi perusahaan. Tiga pendekatan yang paling umum meliputi segmentasi berdasarkan :
1.      Lokasi geografis
2.      Lini produk
3.      Fungsi bisnis
SEGMENTASI FUNGSIONAL
Segmentasi berdasarkan fungsi bisnis adalah metode pengaturan yang paling umum. Sebagai gambaran, asumsikan sebuah perusahaan manufaktur yang menggunakan berbagai sumber daya berikut : bahan baku, tenaga kerja, modal keuangan, dan informasi.
MANAJEMEN BAHAN BAKU
Tujuan dari manajemen bahan baku adalah merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan baku perusahaan. Manajemen bahan baku memiliki tiga subfungsi :
1.      Pembeliaan adalah tangung jawab untuk memesan persediaan dari berbagai pemasok ketika tingkat persediaan jatuh ke titik pemesanan ulang. Sifat dari pekerjaan ini bervariasi antar perusahaan. Dalam beberapa kondisi, pembelian kepemasok yang ditunjuk. Di kondisi lainnya, pekerjaan ini melibatkan permintaaan penawaran dari berbagai penjual yang bersaiang. Sifat bisnis serta jenis persediaan menentukan sejauh mana fungsi suatu bagian pembelian.
2.      Penerimaan adalah pekerjaaan menerima persediaan yang sebelumnya dipesan oleg bagian pembelian. Aktivitas penerimaan meliputi perhitunhan dan pemeriksaan kondisi fisik berbagai barang ini. Penerimaan adalah peluang pertama, dan mungkin satu-satunya bagi perusahaan untuk mendeteksi kiriman yang tidak lengkap dan barang yang rusak sebelum dimasukkan ke dalam proses produksi.
3.      Penyimpanan merupakan aktivitas penyimpanan berbagai persediaan yang diterima dan pelepasan sumber daya ini kedalam proses produksi ketika dibutuhkan.
Produksi
Aktivitas produksi terjadi di siklus konversi dimana bahan baku mentah, tenaga kerja, dan aktiva pabrik digunakan untuk membuat produk jadi. Berbagai aktivita tertentu ditentukan berdasarkan sifat produk yang diproduksi. Secara umum, aktivitas-aktivitas tersebut terbagi dalam dua kelas aktivitas pendukung produksi. Tetapi tidak terbatas pada, berbagai jenis aktivitas berikut ini :
1.      Perencanaanproduksi yang melibatkan penjadwalan arus bahan baku, tenaga kerja, dan mesin untuk secara efisien memenuhi kebutuhan produksi. Kegiatan ini membutuhkan informasi mengenai status pesanan penjualan, persediaan bahan baku, persedian barang jadi, serta ketersediaan mesin dan tenaga.
2.      Pengendalian kualitas memantau proses produksi di berbagai tahap bentuk memastikan bahwa produk jadi memenuhi standar kualitas perusahaan. Pengendalian kualitas yang efktif dapat mendeteksi masalah sedini mungkin untuk memungkinkan tindakan perbaikan. Kegagalan dalam melakukan hal ini dapat mengakibatkan banyak bahan baku dn tenaga kerja yang terbuang sia-sia.
3.      Pemeliharaan menjaga berbagai mesin dan fasilitas produksi lainnya agar berjalan dengan baik. Proses produksi bergantung pada pabrik serta perlengkapannya dan tidak menoleransi kerusakan apapun dalam periode puncak produksi. Oleh karenanya, kunci dari pemeliharaan adalah pencegahan-menyingkirkan perlengkapanyang dijadwalkan dari operasi untuk dibersihkan, diservis, dan diperbaiki.
Pemasaran
Pasar perlu mengetahui dan memilki akses ke berbagai produk perusahaan. Fungsi pemasaran berhubungan dengan berbagai masalah strategi promosi, periklanan, dan riset pasar produk. Padad tingkat operasioanal, pemasaran melakukan berbagai aktivitas rutin seperti memasukkan pesanan penjualan.
Distribusi
Distribusi adalah aktivitas untuk membuat produk sampai ke tangan pelanggan setelah adanya penjualan. Banyak yang dapat terjadi sebelum pelanggan mengambil alih kepemilikan dari suatu produk. Lamanya waktu antara memaksukkan dengan memenuhi pesanan, pengiriman yang salah, atau barang yang rusak dapat mengakibatkan ketidakpuasan pelanggan serta hilangnya penjualan.
Personalia
Karyawan yang kompeten dan handal adalah sumber daya yang berharga bagi sebuah perusahaan. Tujuan dari fungsi personalia adalah untuk mengelola secara efektif sumber daya ini. Fungsi personalia yang dikembangkan secara lengkap meliputi perekrutan, pelatihan, pendidikan lanjutan, konsiltasi evaluasi, hubungan ketenagakerjaan, dan administrasi kompensasi.
Keuangan
Berfungsi mengelola sumber daya keuangan perusahaan melalui aktifitas perbankan dan perbendaharaan, manajemen portofolio, evaluasi kredit, pengeluaran dan penerimaan kas, mencatat arus kas harian yang masuk dan keluar dari perusahaan.
FUNGSI AKUNTANSI
Mengelola sumber daya informasi keuangan perusahaan.
Fungsi ini mempunnyai dua peran penting di pemrosesan transaksi, yaitu:
1.      Akuntansi menangkap dan mencatat berbagai pengaruh keuangan dari berbagai transaksi keuangan.
2.      Akuntansi mendistribusikan informasi transaksi ke personal operasional untuk mengkoordinasikan banyak dari tugas mereka.
Nilai Informasi
Tujuan informasi adalah untuk mengarahkan kepada pengguna ke tindakan yang seharusnya. Nilai informasi bagi pengguna ditentukan berdasarkan keandalannya ( reliability ). Agar hal ini dapat terjadi, informasi harus relevan, akurat, lengkap, ringkas, dan tepat waktu. Jika informasi yang diberikan tidak andal maka, tidak memiliki nilai dan penggunaan sumber daya akan menjadi sia-sia
Independensi Akuntansi
Keandalan informasi sangat tergantung pada konsep independensi akuntansi. Keputusan pengguna yang efektif membutuhkan informasi penting oleh sumber yang independen untuk memastikan integritasnya.
FUNGSI LAYANAN KOMPUTER
Fungsi layanan computer berkaitan dengan sumber daya informasi. Berbagai aktivitasnya dapat diatur dalam sejumlah cara yang berbeda.
Adapun unsure-unsur yang eksterm dalam fungsi layanan computer adalah:
1.      Pemrosesan Data Terpusat (centralized data processing)
Semua data dilakukan oleh satu atau lebih computer besar yang ditempatkan di sebuah lokasi pusat dan melayani para pengguna di seluruh perusahaan. Fungsi layanan computer biasanya diperlakukan sebagai pusat biaya yang biaya operasionalnya dibebankan kembali kepada para pengguna akhirnya.
2.      Administrasi Basis Data
Perusahaan yang diatur secara terpusat memelihara sumberdaya datanya dalam lokasi terpusat yang digunakan bersama oleh pengguna akhir.
3.      Pemrosesan Data
Kelompok pemrosesan data mengelola sumberdaya computer yang digunakan untuk pemrosesan rutin transaksi. Ini terdiri atas berbagai fungsi organisasional berikut:
-          Pengendalian data ( data control ) : sebagai perantara antara pengguna akhir dengan pemrosesan data.
-          Konversi data (data conversion)     : menyalin data transaksi dari bentuk dokumen kertas ke dalam media magnetis / disket yang sesuai untuk diproses oleh computer.
-          Perpustakaan data ( data library )                : Ruang yang bersebelahan dengan pusat computer dan yang menyediakan tempat penyimpanan yang aman bagi file data yang tidak aktif
4.      Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem
Kebutuhan sistem informasi para pengguna dipenuhi melalui dua fungsi yang saling berhubungan. Para partisipan dalam pengembangan sistem meliputi :
-          Professional sistem meliputi analisis sistem, desainer basis data, dan pemograman yang mendesain dan membangun sistem. Hasil usaha mereka adalah sistem informasi yang baru.
-          Pengguna akhir adalah bagi siapa sistem dibangun. Mereka adalah para manajer yang menerima lpaoran dari sistem dan para personel operasional yang bekerja secara langsungdengan sistem tersebut sbagai tanggungjawab harian mereka.
-          Pemegang kepentingan adalah orang-orang yang memiliki kepentingan atas sistem tersebut tapi bukan pengguna akhirnya. Meliputi: akuntan,auditor internal dan eksternal, dan pihak lain yang mengamati perkembangan sistem.
5.      Pemrosesan Data Terdistribusi
Alternative dari model terpusat adalah konsep pemrosesan data terdistribusi ( distributed data processing - DDP). DDp melibatkan pengaturan ulang fungsi layanan computer menjadi unit pemrosesan informasi (information processing unit – IPU) kecil yang didistribusikan ke para pengguna akhir dan ditempatkan di bawah kendali mereka. IPU dapat didistribusikan berdasarkan fungsi bisnis, lokasi geografis. Dalam tahun-tahun terakhir ini, DDP telah menjadi kemungkinan ekonomi dan operasional dan telah mengubah secara revolusioner operasi bisnis.
Kelemahan DDP :
-          Hilangnya kendali
-          Perusakan jejak audit
-          Pemisahan pekerjaan yang tidak memadai
-          Peningkatan potensi kesalahan pemograman dan kegagalan sistem
-          Kurangnya standart
Keuntungan DDP :
-          Penghematan biaya
Mikrokomputer dan minicomputer yang canggih tetapi mahal,yang dari segi biaya efektif untuk melakukan fungsi khusus, telah mengubah nilai nilai ekonomi pemrosesan data secara dramatis. Perpindahan ke DDP dapat mengurangi biaya dalam dua area lainnya:
1) data dapat dimasukkan dan diedit dalam IPU, dan
2) kompleksitas aplikasi dapat dikurangi.
-          Peningkatan kepuasan pengguna
Hal ini didasarkan dari tiga area kebutuhan yang seringkali dibiarkann tak terpenuhi dalam pendekatan terpusat:
1)pengguna berkeinginan untuk mengendalikan sumberdaya yang mempengaruhi profitabilitasnya
2)pengguna menginginkan professional sistemyang responsive sesuai situasi pengguna.
3)pengguna ingin terlibat lebih aktif dalam pengembangan dan implementasi sistem yang digunakannya.
-          Peningkatan efisiensi operasional.
EVALUASI MODEL SISTEM INFORMASI
  1. Model Proses Manual
Adalah bentuk sistem yang paling tua dan paling tradisional. Sistem ini terdiri dari berbagai kegiatan, sumberdaya,dan personel fisik yang merupakan ciri banyak proses bisnis. Meliputi: pencatatan pesanan,penggudangan bahan baku, produksi barang untuk dijual,pengiriman barang ke pelanggan, penempatan pesanan ke pemasok.
  1. Model File Datar
Menjelaskan sebuah lingkungan dengan file data yang tidak saling berhubungan dengan file lainnya. Para pengguna akhir dalam lingkungan ini memiliki sendiri file datanya sebagai ganti berbagi dengan para pengguna lainnya. Jadi, pemrosesan datanya dilakukan oleh aplikasi yang berdiri sendiri dan bukan melalui sistem terintegrasi.
Masalah signifikan dalam file datar adalah:
-          Penyimpanan data : sistem informasi yang efisien hanya menangkap dan menyimpan data sekali serta membuatnya menjadi sebuah sumber yang tersedia bagi semua pengguna yang membutuhkannya.
-          Pembaruan data         : perusahaan memilki banyak sekali data yang disimpan dalam berbagai file dan yang membutuhkan pembaharuan berkala untuk mencerminkan berbagai perubahan.
-          Kekinian informasi     : Jika informasi yang baru tidak disebarkan secara tepat, perubahan tersebut tidak akan tercermin dalam data pengguna, hingga mengakibatkan adanya keputusan yang didasarkan pada informasi yang kadaluwarsa.
-          Dependensi pekerjaan-data : adalah ketidakmampuan penggunanya untuk mendapatkan tambahan informasi ketika kebutuhan pengguna tersebut berubah.
-          File flat membatasi integrasi data : strukturisasi semacam ini dapat tidak memasukkan atribut data yang berguna bagi pengguna lainnya, sehingga menghambat keberhasilan integrasi data di perusahaan.
  1. Model Basis Data
Perusahaan dapat mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan file datar dengan mengimplementasikan model basis data untuk manajemen data. Akses ke sumber daya data dikendalikan melalui sistem manajemen basis data (database management sistem-DBMS). DBMS adalah peranti lunak sistem khusus yang deprogram untuk mengetahui elemen data mana yang penggunanya memiliki hak untuk mengaksesnya.
  1. Model REA
Adalah kerangka kerja akuntansi untuk pemodelan sumber daya (resources), kegiatan (events), pelaku (agents). Kemajuan dalam teknologi basis data telah berfokus pada ketertarikan yang baru pada REA sebagai alternative praktis untuk kerangka kerja akuntansi yang klasik.
-          Sumber daya : didefinisikan sebagai berbagai objek yang tidak mudah didapat serta di bawah kendali perusahaan.
-          Kegiatan          : fenomena yang mempengaruhi berbagai perubahan dalm sumber daya. Kegiatan bernilai ekonomi adalah elemen informasi yang sangat penting dalam sistem akuntansi serta harus ditangkap dalam bentuk yang sangat terperinci untuk menyediakan basis data yang lengkap.
-          Pelaku             : pihak dalam dan luar perusahaan dengan kemampuan untuk memilih sendiri menggunakan atau membuang sumber daya yang bernilai ekonomi.
Rea adalah model konseptual,bukan fisik. Akan tetapi, banyak dari prinsipnya dapat ditentukan dalam sistem basis data lain yang lebih canggih. Aplikasi dari filosofi REA yang paling berharga dapat dilihat dalam sistem pembuatan ERP.
  1. Sistem ERP
Perencanaan sumber daya perusahaan (enterprise resourse planning) adalah model sistem informasi yang memungkinkanperusahaan mengotomatiskan dan mengintegrasikan berbagaia proses bisnis utamanya. Implementasi sistem ERP dapat berupa pengambilalihan besar-besaran, hingga dapat memakan waktu beberapa tahun. Karena kompleksitas dan ukurannya, sedikit perusahaan yang bersedia atau dapat menyediakan sumber daya keuangan serta fisik dan menanggung resiko untuk mengembangkan sistem ERP secara internal. Jadi, semua ERP adalah produk komersial. Paket peranti lunak ERP sangatlah mahal,tetapi penghematan dari segi efisiensi akan sangat signifikan.
PERAN AKUNTAN
  1. Akuntansi Sebagai Pengguna
Fungsi akuntansi adalah pengguna layanan computer yang terbanyak. Sebagai pengguna akhir, para akuntan harus menyediakan gambaran yang jelas mengenai berbagai kebutuhan mereka pada para ahli yang mendesain sistem mereka. Penyebab utama kesalahan desain yang mengakibatkan kegagalan sistem adalah akibat dari tidak adanya keterlibatan pengguna.
  1. Akuntansi Sebagai Desainer
Tanggung jawab desain sistem dibagi antara akuntan dengan ahli computer. Fungsi akuntansi bertanggungjawab atas sistem konseptual, melibatkan spesifikasi criteria untuk mengidentifikasi pelanggan yang lewat masa bayar dan informasi yang perlu dilaporkan akuntan menentukan sifat dari informasi yang dibutuhkan, sumbernya, tujuannya,serta kebijakn yang perlu diterapkan. Dan fungsi computer sebagai sistem fisiknya adalah media dan metode untuk menangkap dan menyajikan informasi tersebut.
  1. Akuntan Sebagai Auditor Sistem
Audit adalah bentuk dari pembuktian independen yang dilakukan oleh ahli auditor yang menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan yang dihasilkan secara internal bergantubg langsung pada validasi oleh auditor ahli yang independen.
-          Audit eksternal : sebagai auditor sistem terbatas pada fungsi pembuktian dan yang dijelaskan sebelumnya. Jasa kepastian adalah layanan professional, termasuk fungsi pembuktian,dan yang di desain untuk meningkatkan kualitas informasi baik yang keuangan maupun nonkeuangan, yang digunakan oleh para pembuat keputusan.
-          Audit Internal    : adalah fungsi penilaian yang berada dalam perusahaan. Auditor internal mel`kukan banyak sekali aktivitas atas nama perusahaan, termasuk melakukan audit laporan keuangan, mempelajari kesesuaian operasional perusahaan dengan kebijakan perusahaan, mengkaji kesesuaian perusahaan dengan kewajiban hokum, mengevaluasi efisiensi operasional, mendeteksi dan mengejar pelaku penipuan dalam perusahaan serta melaksanakan audit.
Perbedaan antara audit eksternal dan internal adalah konstituennya. Auditor eksternalmewakili pihak ketiga dari luar. Sementara audit internal mewakili pihak kepentingan pihak manajemen.




For this journal from http://tugasdanbelajar.blogspot.co.id/2012/10/sistem-informasi-akuntansi-accounting.html
 

Pengertian SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM)



Accounting Information System
Accounting Information System merupakan sebuah sistem yang akan memproses dan mengolah inputan data transaksi menjadi sebuah informasi keuangan yang merupakan output dari Accounting Information System. Transaksi yang diolah dalam Accounting Information System beberapa di antaranya :
(1) Penjualan produk atau jasa dari customer
(2) Pembelian bahan baku kepada supplier
(3) Penerimaan kas dari customer
(4) Pengeluaran kas kepada supplier
(5) Pengeluaran kas untuk sistem payroll
Informasi yang dihasilkan dari transaksi tersebut merupakan bagian yang sangat penting dalam memecahkan permasalahan, serta meraih goals dan opportunities dalam perusahaan. Informasi tersebut nantinya juga dapat diolah menjadi knowledge yang akan berguna dalam decision making, serta dapat mengatasi permasalahan dalam bisnis, atau untuk keperluan strategic perusahaan. Untuk melakukannya, sebuah sistem informasi akuntansi akan membutuhkan berbagai resource seperti people, process, dan technology. People merupakan orang yang mengolah data atau menerima informasi, sedangkan proses merupakan prosedur dalam business process yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan dalam perusahaan, dan technology merupakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk dapat mengolah data menjadi informasi (seperti misalnya hardware, software, dan network).
Untuk dapat membangun sebuah accounting information system, seseorang memiliki skill dan kompetensi dalam hal business, technology, accounting, dan interpersonal. Untuk itu, mahasiswa Accounting Information System akan dibekali mata kuliah yang terkait dengan empat kompetensi tersebut. Mata kuliah yang terkait dengan business, beberapa di antaranya : Information and Business Process, Introduction to Management and Business. Mata kuliah yang terkait dengan technology, beberapa di antaranya : Computer Network, Programming, Algorithm, Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi. Mata kuliah yang terkait dengan accounting, beberapa di antaranya : Accounting Principles. Mata kuliah yang terkait dengan kemampuan interpersonal, seperti mata kuliah Character Building. Untuk itu, jurusan Accounting Information System yang ada di School of IS senantiasa melakukan continuous improvement pada kurikulum serta mata kuliah yang ada dengan harapan untuk mempersiapkan lulusan agar dapat menjadi seorang lulusan Binusian yang smart and good yang siap bekerja di perusahaan nasional maupun perusahaan multinasional. Lulusan Accounting Information System dapat menjadi :
(1) AIS Analyst yang akan bertanggung jawab dan terlibat dalam project system development.
(2) AIS Consultant yang akan memberikan konsultasi kepada pengguna teknologi informasi/komputer di bidang akuntansi
(3) IS/IT Auditor

Rabu, 08 Maret 2017

Pengertian Debit dan Kredit Dalam Akuntansi

Pengertian Debit dan Kredit Dalam Akuntansi

Pengertian Debit
Dalam akuntansi, kredit (disingkat kr), yang diturunkan dari bahasa Latin credere, merupakan lawan dari debit. Kode perkiraan (akun) jenis liabilitas, ekuitas, dan pendapatan akan bertambah nilainya jika dikredit, sedangkan aset dan beban akan berkurang jika dikredit. Konsep ini dipakai dalam pembukuan berpasangan.
Pengertian Kredit
Dalam akuntansi, debit (disingkat Dr), yang diturunkan dari bahasa Latin debere, merupakan lawan dari kredit. Kode perkiraan (akun) jenis aset dan beban akan bertambah nilainya jika didebit, sedangkan liabilitas, ekuitas, dan pendapatan akan berkurang jika didebit. Konsep ini dipakai dalam pembukuan berpasangan.
Sejarah Singkat Munculnya Debit Dan Kredit Dalam Akuntansi
Nama Luca Pacioli, seorang pastur dari ordo Fransiskus, pada umumnya diasosiasikan dengan pengenalan pembukuan pencatatan berpasangan untuk pertama kalinya. Pada tahun 1494 ia menerbitkan bukunya, Summa de Arithmetica Geometria, Proportioni et Proportionalita yang didalamnya terdapat dua buah bab-de Computis et Scripturis yang menjelaskan pembukuan pencatatan berpasangan. Ia menyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah “untuk memberikan informasi yang tidak tertunda kepada para pedagang mengenai keadaan aktiva dan utang-utangnya”. Debit (adebeo) dan kredit (credito) digunakan dalam pencatatan untuk memastikan sebuah pencatatan berpasangan. Ia berkata, “Seluruh pencatatan harus berpasangan. Yaitu, jika Anda membuat seorang kreditor, maka Anda harus membuat seorang debitor”. Tiga buku digunakan disini : sebuah memorandum, sebuah jurnal, dan sebuah buku besar. Pada waktu yang bersamaan, mengingat umur yang pendek dari perusahaan-perusahaan bisnis, Pacioli menyarankan perhitungan dari laba suatu periode dan penutupan buku.
Persamaan Dasar Akuntansi
Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi adalah catatan tentang perubahan unsur-unsur dasar posisi keuangan perusahaan (Harta, utang, dan modal) akibat adanya transaksi dan kejadian.
Persamaan dasar akuntansi merupakan konsep dasar pencatatan akuntansi sistem berpasangan (double entry) artinya setiap perusahaan pada satu akun akan mengakibatkan perubahan pada akun yang lain dalam jumlah yang sama, yang dinyatakan dalam rumus persamaan dasar akuntansi, yaitu:
HARTA = UTANG + MODAL
• Harta adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dapat dinilai dengan uang yang terdiri dari Harta berwujud dan tak berwujud.
• Utang adalah kewajiban yang harus dilunasi oleh perusahaan kepada pihak ketiga sebagai akibat adanya transaksi masa lalu.
• Modal adalah kewajiban perusahaan kepada pemilik atau hak pemilik atas perusahaan.
• Prive adalah pengambilan uang perusahaan oleh pemiliknya untuk kepentingan pribadi
• Pendapatan adalah hasil yang diperoleh perusahaan dalam kegiatan pemberian jasa kepada pihak luar perusahaan.
• Beban adalah pengorbanan yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh pendapatan.
Modal dapat berubah antara lain karena adanya pendapatan dan beban.Pendapatan akan menambah harta dan modal perusahaan atauBeban usaha akan mengurangi harta dan modal perusahaan.
Kegunaan Persamaan Dasar Akuntansi
Persamaan dasar akuntansi berguna untuk mengethui perubahan kekayaan dalam perusahaan setiap terjadi transaksi. Dan mengetahui berapa yang telah digunakan dan dibelanjakan dalam satu periode akuntansi.
Pengaruh Transaksi Terhadap Persamaan Dasar Akuntansi
Setiap transaksi yang terjadi akan mempengaruhi posisi keuangan perusahaan. Pengaruh transaksi tersebut dapat menambah atau mengurangi komponen keungan perusahaan yaitu, hartam utang, dan modal. Perubahan komponen posisi keuangan pada persamaan dasar akuntansi dapat dikelompokan sebagai berikut:
1. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta, yang terjadi akibat perubahan harta yang diikuti dengan perubahan harta yang lain dalam jumlah yang sama.
2. Setaip transaksi dapat mempengaruhi harta dan utang dalam jumlah yang sama.
3. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dan modal dalam jumlah yang sama.
4. Setiap transaksi dapat mempengaruhi harta dengan perubahan utang dan modal dalam jumlah yang sama.
Pembahasan Rumus Aktiva Dalam Persamaan Dasar Akuntansi
Aktiva pada perusahaan berupa kas, piutang, peralatan kantor, kendaraan, mesin-mesin, bangunan, tanah dan sebagainya. Dalam memperoleh aktiva tersebut, perusahaan memiliki dua kemungkinan sumber dana yaitu dari modal pemilik atau pinjaman kreditor. Apabila harta tersebut dibeli dengan dana yang berasal dari pemilik perusahaan, maka modal pemilik dalam neraca akan bertambah sebesar harga aktiva tersebut. Tetapi apabila harta tersebut dibeli dengan dana pinjaman dari kreditor, maka jumlah hutang dalam neraca perusahaan akan bertambah sebesar harga aktiva tersebut.
Oleh karena itu, jumlah total dari aktiva akan sama dengan jumlah total pasiva. Nilai total aktiva yang selalu sama dengan nilai total pasiva yang disebut persamaan akuntansi. Persamaan akuntansi adalah persamaan yang menunjukkan jumlah harta kekayaan suatu perusahaan yang sama dengan jumlah dari hutang dan modal perusahaan tersebut. Dengan formula lain yang berarti jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan dikurangi dengan jumlah hutang (kewajiban) sama dengan modal pemilik.
Aktiva (harta) = Kewajiban (hutang) + Modal
Aktiva (harta) – Kewajiban (hutang) = Modal
Persamaan Dasar Akuntansi tidak hanya mencatat transaksi berkaitan langsung dengan aktiva, hutang dan modal saja. Persamaan Dasar Akuntansi juga digunakan melihat pengaruh transaksi pendapatan, pengeluaran biaya, dan prive yang dilakukan pemilik perusahaan terhadap akun-akun aktiva maupun pasiva.
Persamaan Dasar Akuntansi menggunakan beberapa istilah-istilah yang khusus dalam mencatat dan melaporkan transaksi atau aktivitas keuangan yang dilakukan. Walaupun banyak istilah dalam akuntansi tersebut bukan merupakan kata-kata yang asing bagi masyarakat pada umumnya tetapi tetap saja digunakan dalam suatu istilah akuntansi.
Istilah Dalam Persamaan Dasar Akuntansi
1. Kas adalah alat pembayaran milik perusahaan yang siap digunakan, seperti uang tunai, cek kontan.
2. Piutang adalah hak perusahaan yang masih dibawa oleh pihak lain, seperti tagihan kepada karyawan atas pinjamannya ke perusahaan.
3. Peralatan kantor adalah suatu alat yang dimiliki perusahaan dan digunakan dalam kegiatan operasi jangka panjang, seperti kursi, meja, komputer, LCD, telepon, printer.
4. Perlengkapan kantor adalah suatu bahan pelengkap aktivitas perusahaan yang beroperasi dalam jangka pendek dan habis karena pemakaian, seperti kertas, bolpoin, tinta.
5. Tanah adalah lahan yang berupa tempat suatu bangunan berdiri yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas usaha.
6. Bangunan adalah gedung permanen yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan untuk aktivitas usaha.
7. Kendaraan adalah alat transportasi yang dimiliki oleh perusahaan dan digunakan dalam kegiatan operasi.
8. Prive adalah pengambilan uang perusahaan oleh pemiliknya untuk kepentingan pribadi.
9. Dividen adalah bagian dari laba usaha yang dibagikan pada pemilik perusahaan sebagai imbalan atas setoran modal pemilik;
10. Pendapatan atau penjualan adalah kenaikan suatu modal perusahaan yang timbul dari penjualan produk perusahaan.
11. Biaya adalah pengorbanan ekonomi untuk memperoleh barang dan jasa, dimana manfaatnya tersebut dinikmati dalam waktu lebih dari satu tahun (jangka panjang).
12. Beban adalah pengorbanan ekonomi untuk memperoleh barang dan jasa , dimana manfaatnya tersebut dinikmati hanya dalam waktu satu tahun saja atau biaya yang tidak memiliki manfaat pada masa mendatang.
Akun
adalah catatan akuntansi tersendiri dari kenaikan dan penurunan aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik tertentu. Dalam bentuk yang paling sederhana, akun terdiri atas tiga bagian : (1) nama akun, (2) sisi kiri atau debit, (3) sisi kanan atau kredit. Oleh karena letak bagian – bagian aku ini menyerupai huruf “ T ”, maka disebut denagn akun-T (T-account). Akun-T adalah cara penyingkatan standar dalam akuntansi yang membantu memperjelas pengaruh akuntansi pada
amsing – masing akun.
Untuk setiap transaksi debit harus terdapat jumlah kredit yang sama di akun – akun tersebut. Kesamaan debit dan kredit menjadi dasar dari Sistem pembukuan berpasangan (double – entry system) dalam pencatatan transaksi. Sistem pembukuan berpasangan untuk menentukan persamaan akuntansi menjadi jauh lebih efisien daripada prosedur plus/minus yang di gunakan di BAB 1.
Langkah – langkah dalam Proses Pencatatan
Di hampir semua bisnis, langkah – langkah dasar dalam proses pencatatan mencakup :
1. Menganalisis setiap transaksi atas pengaruhnya pada akun.
2. Memasukan informasi transaksi kedalam jurnal (buku pencatatan awal – Book of Original Entry).
3. Memindahkan informasi jurnal ke akun – akun yang tepat di buku besar (buku akun – akun).
Meskipun dimungkinkan untuk memasukan transaksi langsung ke akun – akun tanpa menggunakan jurnal atau buku besar, tetapi hanya sedikit sekali bisnis yang melakukannya.
Urutan peristiwa di dalam proses pencatatan dimulai dengan transaksi diberikan oleh dokumen – dokumen bisnis, misalnya bukti penjualan, cek, tagihan, atau pita mesin kas. Bukti ini akan dianalisis untuk menentukan pengaruh transaksi pada akun – akun tertentu. Transaksi selanjutnya dimasukan kedalam jurnal. Terakhir ayat jurnal dipindahkan ke akun – akun yang telah ditentukan dalam buku besar. Langkah – langkah lain dalam proses pencatatan akan di jelaskan pada bagian – bagian berikutnya.
• Jurnal
Transaksi pada awalnya di catat secara kronologis di buku jurnal (journal) sebelum dipindahkan ke akun – akun. Jadi, jurnal disebut dengan buku pencatatan awal. Jurnal memberikan beberapa kegunaan yang signifikan pada proses pencatatan :
1. Mengunkan pengaruh lengkap suatu transaksi pada satu tempat.
2. Mnyediakan catatan transaksi secara kronologis.
3. Membantu mencegah atau mengetahui adanya kesalahan karena jumlah debit dan kredit untuk setiap ayat dapat dengan mudah dibandingkan.
• Buku Besar
Seluruh kelompok akun uang dimiliki sebuah perusahaan disebut dengan buku besar (ledger). Buku besar menyimpan seluruh informasi mengenai perubahan yang terjadi pada saldo akun – akun tertentu dalam satu tempat. Prosedur pemindahan ayat – ayat jurnal ke buku besar disebut pembukuan (posting).
• Neraca Saldo
Adalah daftar akun dan saldonya pada waktu tertentu. Biasanya, neraca saldo dibuat pada akhir periode akuntansi. Akun – akun disusun menurut urutannya dalam buku besar ; saldo debit ditampilkan pada kolom kiri dan saldo kredit pada kolom kanan.
Tujuan dibuatnya neraca saldo adalah untuk membukikan (memeriksa) apakah setelah pembukuan jumlah debit sama dengan jumlah kredit. Atau dengan kata lain, jumlah saldo akun debit di neraca saldo seharusnya ama dengan jumlah saldo atau kredit. Jika jumlah debit dan kredit tidak sam, neraca saldo akan dapat digunakan untuk mencari letak kesalahan dalam penjurnalan dan pembukuan. Selain itu, neraca saldo juga berguna dalam pembuatan laporan keuangan, Seperti yang akan di jelaskan pada dua bab berikutnya.
Langkah – langkah pembuatan neraca saldo adalah :
1. Mencantumkan nanma akun dan saldonya.
2. Menjumlahkan kolom debit dan kredit.
3. Membuktikan kesamaan kedua kolom
Proses Pencatatan Akuntansi
Secara umum, akuntansi (accounting) dapat dipahami sebagai suatu proses kegiatan mengolah data keuangan (input) agar menghasilkan informasi keuangan (output) yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan atau organisasi ekonomi yang bersangkutan.
Akuntansi juga merupakan seni pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran dengan cara yang sepatutnya dan dalam satuan uang atas transaksi dan kejadian yang sedikitnya sebagian atau keseluruhan mempunyai sifat keuangan serta penginterpretasian hasil pencatatan tersebut. Akuntansi adalah suatu sistem informasi berdasarkan mana pihak-pihak yang berkepentingan dalam usaha mengambil keputusan. Informasi sebagai hasil dari akuntansi dibutuhkan oleh banyak pihak, baik intern maupun ekstern. Pihak-pihak yang berkepentingan dan membutuhkan informasi keuangan antara lain adalah manajemen, pemegang saham, pegawai, debitur dan kreditur, bank, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang membutuhkan. Secara lebih teknis, akuntansi merupakan kumpulan prosedur-prosedur untuk mencatat, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan dan melaporkan dalam bentuk laporan keuangan, transaksi-transaksi yang telah dilaksanakan perusahaan dan akhirnya menginterpretasikan laporan tersebut.
Akuntansi juga dapat diterjemahkan sebagai cara atau metode yang digunakan untuk menyelenggarakan pencatatan-pencatatan mengenai transaksi keuangan sehingga menghasilkan informasi yang relevan untuk pengambilan suatu keputusan.
Transaksi adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan, atau yang mengakibatkan berubahnya jumlah atau komposisi persamaan antara kekayaan dan sumber pembelanjaan.
Setiap transaksi akan berpengaruh paling tidak “dua perkiraan” dan dicatat pada“dua sisi berlawanan” (Debet dan Kredit). Untuk itu dalam akuntansi dikenal istilah saldo normal. Berikut ini kelompok perkiraan dan saldo normalnya :
No Jenis Account + - Saldo Normal
1 Aset/Harta Debit Kredit Debit
2 Utang/Liabilitas Kredit Debit Kredit
3 Ekuitas Pemilik/Modal Kredit Debit Kredit
4 Pribadi/Prive Debit Kredit Debit
5 Revenue/Pendapatan Kredit Debit Kredit
6 Beban Debit Kredit Debit
7 Biaya Debit Kredit Debit
Akutansi memiliki proses yang terdiri dari tahapan-tahapan untuk dapat menghasilkan laporan yang diinginkan, sebagai berikut :
1. Proses Mengklarifikasi Transaksi
Tahap yang awal ini adalah di mana dilakukan suatu pembagian transaksi suatu organisasi atau perusahaan ke dalam jenis-jenis tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya.
Contoh seperti membagi transaksi yang masuk ke dalam penjualan, pembelian, pengeluaran kas, penerimaan kas dan lain sebagainya ke dalam masing-masing bagian. Sedangkan untuk transaksi yang jumlahnya kecil dan jarang terjadi bisa sama-sama dimasukkan ke dalam jenis kategori yang sama yaitu transaksi rupa-rupa.
2. Proses Mencatat Dan Merangkum
Setelah melakukan pengklarifikasian data selanjutnya adalah melakukan pencatatan. Masukkan transaksi yang ada ke dalam jurnal yang tepat sesuai urutan transaksi terjadi atau kejadiannya. sumber-sumber yang dapat dijadikan bukti adanya transaksi yaitu seperti kertas-kertas bisnis semacam bon, bill, nota, struk, sertifikat, dan lain sebagainya.
Jurnal yang umumnya ada pada jurnal akuntasi yaitu seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas dan jurnal umum.
Setelah transaksi dimasukkan ke dalam jurnal-jurnal yang ada, maka selanjutnya adalah memasukkan jurnal ke dalam buku besar secara berkala. Hasil pemindahan ke dalam buku besar tersebut akan terlihat dari rangkuman neraca percobaan.
3. Proses Menginterpretasikan Dan Melaporkan
Setelah kedua proses di atas dijalankan, maka proses yang terakhir adalah melakukan pembuatan kesimpulan dari kegiatan atau pekerjaan laporan keuangan sebelumnya. Segala hal yang berhubungan dengan keuangan perusahaan diungkapkan pada laporan keuangan tersebut.
Dari informasi laporan keuangan baik dalam bentuk laporan rugi laba, laporan modal dan neraca seseorang dapat mengetahui apa yang terjadi pada suatu perusahaan, apakah sudah sesuai dengan tujuan perusahaan dan informasi tersebut dapat menjadi acuan atau pedoman bagi manajemen untuk mengambil keputusan kebijakan pada organisasi perusahaan demi mencapai kondisi yang diinginkan.
Jenis-jenis dokumen transaksi. Doumen transaksi dibagi menjadi dua, yaitu :
• Dokumen transaksi Intern, yaitu bukti transaksi yang berasal dan dilakukan di dalam lingkungan perusahaan itu sendiri. Contohnya adalah Bukti memorial, bukti kas masuk, dan bukti kas keluar
• Dokumen transaksi Ekstern, yaitu bukti transaksi yang melibatkan pihak luar perusahaan. Contohnya adalah Faktur, Nota kontan, Nota Debet/Kredit, Cek, Bilyet Giro, dan Kuitansi.
1. Faktur: bukti Transaksi pembelian atau penjualan barang secara kredit.
2. Kuitansi:bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu.
3. Nota kontan: bukti transaksi suatu penjualan atau pembelian barang secara tunai
4. Nota debet: adalah dokumen transaksi pengembalian barang yang telah dibeli dengan cara kredit atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan pesanan.
5. Nota kredit: dokumen transaksi penerimaan kembali barang dagang yang telah dijual dengan cara kredit atau pengurangan harga faktur karena barang sebagian rusak atau kualitas yang tidak sesuai dengan pesanan.
6. Cek: surat perintah tidak bersyarat kepada bank.
7. Bilyet giro: surat perintah kepada bank dari nasabah yang bersangkutan.
8. Memo: bukti transaksi intern yang digunakan untuk pencatatan antara bagian manajer dengan bagian-bagian yang ada di perusahaan.

Pengertian dan Tahapan Proses Siklus Akuntansi

Pengertian Siklus Akuntansi

Siklus Akuntansi merupakan proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan serta diterima secara umum prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode, serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dalam suatu periode tertentu.

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan akuntansi, yaitu aktivitas mengumpulkan dan mengolah suatu data finansial untuk disajikan dalam format laporan keuangan atau ikhtisar-ikhtisar laporan keuangan lainnya yang dapat digunakan untuk membantu dalam membuat atau mengambil suatu keputusan atau analisa keuangan.
 
Tahapan Proses Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi dapat dikelompokkan dalam beberapa tahap antara lain;

1. Tahap Pencatatan Bukti Transaksi Keuangan;
Suatu proses mengumpulkan dan mencatat bukti atas suatu transaksi yang telah disetujui oleh perusahaan dan disusun ke dalam buku harian atau Jurnal Umum, memindahbukukan atau posting dari jurnal umum berdasarkan kelompok akun atau Chart of Account atau jenisnya ke dalam akun Buku Besar dan Buku Pembantu (Sub Ledger).


2. Tahap Membuat Ikhtisar Laporan Keuangan;
Penyusunan neraca saldo (Trial Balance) berdasarkan data dari akun akun buku besar. Pembuatan ayat jurnal penyesuaian (Adjustment Entries). Penyusunan Lembar Kertas Kerja (Work Sheets) atau neraca lajur. Pembuatan ayat Jurnal penutup (Closing Entries).
Pada tahap peringkasan ini kita harus melalui dalam beberapa step seperti berikut ini:
  1. Merancang neraca saldo, datanya berasal dari saldo-saldo di buku besar.
  2. Menyusun jurnal penyesuaian, tahap ini bertujuan untuk menyesuaikan/menyelaraskan fakta / keadaan yang sesungguhnya di akhir periode, serta menyusun neraca lajur yang digunakan untuk mempermudah dalam proses penyusunan laporan keuangan.
  3. Pembuatan jurnal penutup, pembuatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat laba dan rugi perusahaan (neraca keseimbangan) serta untuk menutup perkiraan / temporary account.
  4. Membuat neraca saldo setelah penutupan, di perlukan untuk mengecek pencatatan kembali pada periode selanjutnya.
  5. Menggunakan informasi dari data tersebut untuk pengambilan keputusan/kebijakan. Misalnya untuk perluasan usaha, investasi, dll.
  6. Menyusun jurnal pembalik, berfungsi untuk mengantisipasi kesalahan pencatatan pada periode selanjutnya.
     
3. Tahap Membuat Laporan Keuangan atau Financial Statements 
Proses Akuntansi 
 
 Tahap paling akhir ialah pembuatan/perumusan laporan keuangan atau financial statements. Laporan tersebut hasil dari analisis di tahap kedua tadi. Ada beberapa tahap untuk melakukan analisa laporan keuangan, tahap laporan keuangan sebagai berikut :
a. Laporan Neraca (Balance Sheets)
Neraca adalah suatu ihtisar laporan keuangan yang menunjukkan posisi Aktiva atau Assets, Hutang atau Liabilities, dan Modal atau Equity

b. Laporan Rugi Laba (Income Statements)
Laporan Rugi Laba adalah laporan keuangan dari suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode tertentu yang terdiri dari seluruh pendapatan dan beban sehingga menghasilkan nilai laba atau rugi.

c. Laporan Perubahan Modal (Equity Statements)
Laporan Perubahan Modal adalah suatu ihtisar dari laporan keuangan yang mencatat informasi mengenai perubahan modal, yang terdiri dari jumlah Modal disetor awal (Capital Stock), tambahan modal disetor (Paid-in Capital), Saldo Laba Periode Berjalan (Current Earning), dan Saldo Laba Ditahan (Reatained Earning)

d. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statements)
Laporan Arus Kas adalah bagian dari laporan keuangan perusahaan yang dihasilkan dari suatu periode akuntansi yang terdiri dari aliran dana kas masuk dan keluar, yang biasanya dikelompokkan berdasarkan Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi, dan Aktivitas Pendanaan.  

e. Catatan atas Laporan Keuangan.
Catatan atas Laporan Keuangan adalah merupakan laporan tambahan catatan informasi yang lebih terperinci mengenai akun tertentu serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi laporan keuangan perusahaan.

Kamis, 02 Maret 2017

Cara Membuat Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Oppotunities, Threats)

Cara Membuat Analisis SWOT


Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang bagaimana caranya kita untuk membuat sebuah analisis SWOT.
Sebelum kita tahu membuat Anlaisis SWOT, baikya kita harus tahu, minimal apa sih arti dari sebuah analisis SWOT ?
Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Dikutip dari wikipedia.

Oke dari perkutifan diatas kita dapat menyimpulkan bahwa SWOT adalah suatu teknik untuk menganalisa sebuah usaha / Perusahaan / Bisnis  yang kita bangun itu akan menjadi suatu Usaha / Perusaahan / Bisnis menjadi bernyawa serta sukses  dengan dasar-dasar yang ada pada Analisis SWOT antara lain :

a.      Strengths (Kekuatan)
·            Management memiliki komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan sistem manajemen bisnis kelas dunia.
·            Visi dan Misi perusahaan didefinisikan dalam strategik organisasi yang jelas, terukur dan terarah.
·            Komunikasi manajemen dan karyawan berjalan dengan baik, karyawan di segala elemen memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan gagasan perbaikan terhadap proses yang berjalan.
·            Memiliki mesin produksi dengan teknologi mutakhir, dan manajemen berkomitment untuk upgrade terhadap teknologi baru yang memberikan nilai tambah.
·            Dan lain sebagainya.
b.      Weaknesses (Kelemahan)
Pada prinsipnya analisa kelemahan-kelemahan merupakan keterbalikan dari kekuatan-kekuatan. Misalkan :
·         Management hanya mengimplementasikan sistem manajemen bisnis yang konvensional, komitmen yang lemah untuk mengimplementasikan sistem manajemen kelas dunia.
·         Visi dan Misi perusahaan hanya dijadikan jargon, tanpa ada definisi dan arahan strategik yang jelas.
·         Komunikasi antara manajemen dan karyawan berjalan satu arah. Karyawan cenderung pasif dalam memberikan gagasan untuk peningkatan performa perusahaan.
·         Mesin produksi sudah ketinggalan jaman, dan manajemen tidak memiliki komitmen kuat untuk upgrade ke teknologi yang lebih baru.
·         Dan sebagainya.
Apabila kekuatan dan kelemahan ditinjau pada aspek internal, maka untuk anilsa kesempatan dan ancaman akan kita tinjau dari aspek external.
c.       Opportunities(Kesempatan-kesempatan)
Beberapa contoh analisis kesempatan ditinjau dari faktor external.
·         Tidak memiliki terlalu banyak pesaing yang memproduksi produk yang sama.
·         Produk yang ditawarkan dapat diterima dengan baik oleh pasar dan meraih pangsa pasar yang cukup tinggi.
·         Pangsa pasar sangat luas dan belum tersentuh oleh kompetitor.
·         Persediaan bahan baku selalu ada dan bisa didapatkan dengan harga murah.
·         Masyarakat menilai positif dalam menilai dampak lingkungan yang diakibatkan oleh proses produksi.
·         Dan lain sebagainya.
     d.  Threath (Ancaman)
Beberapa contoh analisis kesempatan ditinjau dari faktor external.
·         Banyak pesaing yang memproduksi produk yang sama, dan memiliki potensi kualitas produk yang lebih baik.
·         Produk yang ditawarkan kurang diterima oleh pasar, sehingga sulit untuk membangun pangsa pasar.
·         Persediaan bahan baku terbatas dan harganya mahal.
·         Proses produksi menghasilkan dampak yang tidak diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar.
·         Dan lain sebagainya.

Berdasarkan data kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada. Anda dapat melakukan pendekatan strategi sebagai berikut :
Strengths – Opportunities : Menggunaan kekuatan-kekuatan yang ada untuk menciptakan kesempatan-kesempatan.
Strengths – Threats : Menggunakan kekuatan-kekuatan untuk menghindari dan mengeliminir ancaman-ancaman yang ada.
Weaknesses – Opportunities : Menghilangkan kelemahan-kelemahan yang ada untuk menciptakan kesempatan-kesempatan.
Weaknesses – Threats : Menghilangkan kelemahan-kelemahan agar menghindari ancaman-ancaman.

Adapun Mungkin Gambarannya Strateginya Seperti Berikut !






             
Oke Sekian, Pembahasan cara-cara membuat atau memulai analisis SWOT, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat, Khususnya bagi saya pribadi dan umumnya kepada para pembaca ..
Sekian..

Pertanyaan seputar E-commerce

Adapun ke-sepuluh (10) pertanyaan yang sering kali ditanyakan tentang e-commerce adalah: Apakah e-commerce (e-dagang)? (what is e...